Survei yang dilakukan oleh Grayscale-Harris Poll pada bulan April-Mei 2024, menyuarakan wawasan penting mengenai pandangan pemilih di Amerika Serikat mengenai mata uang kripto dan potensi imbasnya terhadap pemilihan presiden 2024 akan datang.

Menginfokannya News.bitcoin.com, Sabtu (1/6/2024) survei yang melibatkan lebih dari 2,000 orang dewasa di AS, menyoroti tren utama seperti tingginya atensi terhadap kripto di kalangan pemilih muda, minoritas, pria, dan Demokrat.

Terutama, 77% pemilih mau calon presiden konsisten mendapatkan berita perihal teknologi inovatif seperti AI dan kripto. Survei Grayscale-Harris Poll memperlihatkan 97% pemilih memprioritaskan stabilitas keuangan dan 95% menekankan pentingnya memecahkan inflasi.

Kecuali itu, 74% pemilih setuju bahwa metode keuangan di AS saat ini kurang transparan, sementara 48% lebih cenderung berinvestasi dalam kripto dengan aturan yang lebih terang. Melainkan, kepercayaan terhadap institusi keuangan tradisional masih tinggi adalah 81%.

Para pemilih dalam survei Grayscale-Harris Poll terbagi dengan pemilih partai politik yang lebih menunjang kripto, dengan 30% masing-masing menunjang Demokrat dan Republik.\\’

Diwartakan sebelumnya, tim spaceman pragmatic kampanye Donald Trump menyuarakan bahwa mereka akan mulai menerima sumbangan mata uang kripto.

Pihak tim kampanye Trump mengatakan dalam sebuah siaran pers, bahwa pendukung eks presiden AS tersebut kini bisa menyumbang memakai mata uang kripto apa malah yang diterima melewati produk Coinbase Commerce, seperti diberitakan dari CNBC International.

\\”Penunjang MAGA, kini dengan pilihan mata uang kripto baru, akan membangun pasukan kripto yang menggerakkan kampanye menuju kemenangan pada tanggal 5 November!\\” kata kampanye itu.

Trump jadi Kandidat Pertama Presiden AS yang Dukung Donasi Kripto

Langkah ini membuka sumber dana potensial baru untuk kampanye Trump, yang masih tertinggal dari Biden dalam hal pendanaan meski mereka telah mengalahkan petahana dari Partai Demokrat pada bulan April 2024.

Donasi kripto akan dilaporkan sebagai kontribusi dalam format barang, seperti halnya pemberian berupa saham. Kampanye kemudian bisa mempertimbangkan untuk melikuidasi mata uang digital tersebut atau mempertahankannya.

\\”Batas kontribusi dan syarat pengungkapan untuk sumbangan kripto akan mengikuti aturan Komisi Pemilihan Awam Federal,\\” terang tim kampanye Trump.

Penerimaan kripto hanyalah yang terbaru dari serangkaian upaya Trump untuk menarik komunitas kripto, yang cenderung lebih muda, berdasarkan jajak pendapat Pew Research Center pada April 2023.

Pada Desember 2023, Trump sempat memasarkan kartu perdagangan NFT dalam jumlah terbatas yang bisa dibeli dengan mata uang kripto.

Permulaan bulan ini, dia mengadakan makan malam mewah untuk para pendukung NFT-nya di klub Mar-a-Lago.

Sementara itu, kampanye Biden mencerminkan skeptisisme pemerintahannya terhadap mata uang kripto dan para pemimpinnya.

Melainkan, tim kampanye Biden tidak merespon saat ditanyakan pandangannya perihal penerimaan sumbangan kripto.

Pengumuman hari Selasa dari kampanye Trump menyebutnya sebagai \\”calon partai besar pertama\\” yang menerima sumbangan kripto. Melainkan Trump belum menjadi calon sah Presiden AS sampai bulan Juli 2024 akan datang.